-
Sudah bukan hal yang aneh lagi bila mendengar seorang teman Muslim yang ramah berkata kepada tetangga Kristennya, "Anda tidak terlalu berbeda dari kami…kami menyembah Tuhan yang sama dengan Tuhan Anda." Di era yang didominasi oleh pluralisme religius dan toleransi terhadap kebudayaan bangsa lain, orang-orang Kristen semakin dibingungkan oleh pertanyaan, Apakah Muslim menyembah Tuhan yang sama dengan Tuhan orang Kristen?
-
‘La ilaha illa allah’, Tiada Tuhan selain Allah.
Itulah Tauhid Islamik yang merupakan kredo dua arah: pengakuan iman akan Allah semesta alam, dan penolakan kepada tuhan selainnya. Itulah dasar Islam yang paling agung dan hakekat Islam yang paling besar, yang menandai kehidupan seorang orok-bayi Muslim dan kematian Muslim dipenghujung hayatnya. Tauhid sekaligus merupakan pula syarat dasar bagi diterimanya amal perbuatan setiap Muslim disepanjang hidupnya.
Ulama-ulama Islam selalu berkata: “Hanya keesaan Tuhan yang Mutlak Satu dan sederhana sajalah yang bisa menjadi Tuhan Yang Benar”. Baiklah...jika demikian marilah kita menyimak klaim hebat ini bersama.
-
Menurut Islam saya adalah seorang Kafir, namun secara keseluruhan Islam merupakan ideologi yang lebih buruk dari agama penyembahan berhala yang pernah eksis, dengan dua alasan sederhana yaitu: Islam itu jahat dan secara kasat mata merupakan sebuah penipuan. Ada banyak ayat dalam Quran yang mendukung pendapat saya, oleh sebab itu hanya memberikan satu ayat bisa dikatakan tidak cukup, namun saya percaya sebuah peristiwa yang dinyatakan dalam Quran lebih dari cukup untuk mendukung apa yang saya katakan mengenai Islam. Yang saya maksudkan adalah perceraian Zaid, anak Muhammad hasil adopsi dan bagaimana Zaid mengijinkan isterinya Zainab untuk menikah dengan Muhammad.
-
Kata “Islam” berarti “damai” – sebenarnya, “Islam” berarti “tunduk”. Dasar pemikiran ini adalah tunduk sempurna kepada kehendak Allah membawa damai. Bagaimana orang Muslim dapat mengetahui kehendak Allah? Dengan mempelajari apa yang dikatakan dan dilakukan Muhammad. Lalu apa yang dikatakan dan dilakukan Muhammad? Ia membawa daerah-daerah baru ke bawah kontrol Islam dan mengatakan kepada para pengikutnya untuk melakukan hal yang sama. Maka orang Muslim membawa daerah-daerah baru ke bawah kontrol Islam. Ketika seluruh dunia tunduk kepada kehendak Allah, maka akan ada “damai”, demikianlah Islam mendefinisikannya.
-
Sebelum saya percaya kepada Isa Almasih sebagai Tuhan dan Juruselamat, saya adalah seorang Muslimah, berlatar belakang dari keluarga Muslim dan dibesarkan di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Sukabumi Jawa Barat. Dari apa yang saya yakini dan pelajari selama itu, saya tumbuh menjadi seorang Muslimah yang fanatik dan anti-Kristen, dan menjebak bahkan mendebat orang Kristen paling hobi.
Berteriak-teriak di depan gereja dengan berkata: “Maria, dipanggil Yesus cuek saja” pun pernah saya lakukan. Karena saya merasa bahwa apa yang saya yakini waktu itu, adalah paling benar dan diridhoi Allah SWT, sesuai dengan Qs. Ali Imran 19 yang berbunyi: Innaddinna indallaahil Islam (Sesungguhnya agama (yang diridhoi) di sisi Allah hanyalah Islam).
-
Orang Muslim mencintai kebohongan. Mereka hidup dalam khayalan diri yang terus-menerus. Klaim bahwa semua orang dilahirkan sebagai Muslim dan kemudian diindoktrinasikan ke dalam iman-iman lainnya adalah hal yang menggelikan. Jika setiap orang dilahirkan sebagai Muslim, maka orang seharusnya melihat setiap orang yang tidak terindoktrinasi dalam agama apa pun, dan mempunyai kerinduan untuk mempercayai Islam secara natural. Tetapi hal ini tidak terjadi. Malah kenyataannya banyak orang yang melihat Islam sebagai sesuatu yang menjijikkan.
-
Orang Muslim diajar bahwa hidup tidaklah berharga. Hidup hanyalah sebuah ujian. Hidup yang sesungguhnya adalah hidup setelah kematian. Semua aliran sesat mengajarkan omong kosong seperti ini. Di sini ada penderitaan. Di sana, orang akan menemukan rahmat dan kebahagiaan yang berkelimpahan. Hidup boleh jadi merupakan cobaan. Dan jika kita terlalu terikat dengan hidup yang sekarang, maka kita akan kehilangan hidup di dunia yang akan datang. Orang-orang Muslim bertumbuh dengan mempelajari bahwa beberapa tahun menjalani hidup yang jelek dalam dunia, tidaklah sebanding dengan jika mereka kehilangan hidup kekal di firdaus.
Kematian, bukan kehidupan, menjadi fokus hidup seorang Muslim. Muhammad mengatakan, seorang yang bijak adalah seorang yang selalu memikirkan mengenai kematiannya.
Artikel Utama:
-
Bagaimana bisa Muhammad, seorang penganut monoteisme mutlak, seorang penentang pemujaan berhala sampai menerapkan ketakhyulan pagan kedalam jantung Islam itu sendiri? Banyak sejarawan setuju kalau saja para Yahudi dan Kristen menolak Musa dan Yesus dan menerima Muhammad sebagai nabi yang mengaku mengajarkan agamanya Abraham di Mekah ketika Muhammad masih menganggap Yerusalem sebagai kiblatnya, maka Yerusalem-lah, bukannya Mekah, yang akan menjadi kota Suci, dan Masjid Kubah Kuning-lah bukannya Kabah yang akan menjadi objek takhyulnya.
-
Puasa Ramadhan sesungguhnya bukan puasa yang dikenal dan dipraktikkan para nabi sebelumnya. Ia bukan puasa yang memantang atau mengurangi nafsu lahiriah (pantang makan-minum dan sex dll) untuk keseluruhan tenggang waktu, melainkan semata-mata “memindahkan jam makan dan sex,” dari pagi-sore menjadi sore-subuh selama bulan tersebut. Volume makan-minum dan kualitasnya juga tidak disita, dipantangi atau dikurangi -- malahan cenderung sebaliknya karena sering lebih tinggi melampiaskan nafsu makan-minum ketimbang yang dilakukan dihari-hari/bulan biasanya.
-
Muhammad mungkin tidak tahu, tetapi telah diingatkan lewat nabi Zakharia bahwa Tuhan menegor macam puasa yang telah dilakukan umat-Nya secara sangat tidak layak selama 70 tahunan berlalu. Tanpa kecuali tegoran itu tertuju pula kepada para imam: Apakah puasa itu “untuk AKU atau dirimu”?
“Katakanlah kepada seluruh rakyat negeri dan kepada para imam, demikian: Ketika kamu berpuasa dan meratap dalam bulan yang kelima dan yang ketujuh selama tujuh puluh tahun ini, adakah kamu sungguh-sungguh berpuasa untuk Aku? Dan ketika kamu makan dan ketika kamu minum, bukankah kamu makan dan minum untuk dirimu sendiri?” (Zakharia 7:5-6)
Telah disebutkan betapa hakekat puasa-Kristiani yang pada dasarnya berakar dari “suasana perkabungan”, ratapan atau keprihatinan yang serius, sehingga harus mencari tangan dan wajah Tuhan dalam kerendahan hati yang ekstra dalam mengatasinya.
-
Hanya ada satu jaminan untuk mencapai firdaus, yaitu apabila seseorang melepaskan segala sesuatu dan menjadi seorang martir. Seorang martir tidak akan merasakan kematiannya. Ia tidak akan menderita. Sakit yang akan dia alami dijamin tidak akan lebih besar dari sakit yang disebabkan oleh gigitan semut. Tetapi upahnya luar biasa besar.
Ini adalah sebuah penawaran yang tak ingin dilewatkan oleh seorang Muslim. Bukankah meledakkan diri seseorang bertentangan dengan natur manusia? Bukan karena orang-orang Muslim melihat diri mereka sebagai obyek. Tetapi ini terjadi karena sebuah keyakinan. Jika kesyahidan oleh Islam dipandang sebagai sesuatu yang sangat agung, mengapa mereka harus melarang anak-anak mereka melakukannya?
-
Allah mengatakan pada manusia bahwa ada orang-orang yang diciptakan untuk masuk neraka. Ini bukan hanya mengubah Allah yang Maha Pemurah menjadi monster, ini juga memberi kita konteks untuk kontradiksi lainnya.
Berikut adalah ayat yang relevan:
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”. (Quran 7:179)
-
Menekankan bahwa Quran ditulis dalam bahasa Arab tentunya adalah membuat pernyataan yang sangat aneh jika natur “bahasa Arab murni” yang dimiliki Quran sudah jelas bagi semua orang!
Jadi nampaknya setidaknya ada segelintir orang yang memiliki pertanyaan-pertanyaan yang serius mengenai darimana tepatnya Quran berasal. Kecurigaan-kecurigaan ini selanjutnya dikonfirmasi ketika orang mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis mengenai bahasa Arab yang digunakan dalam Quran dan mengenai kejelasannya.
-
Orang Muslim percaya bahwa Quran adalah perkataan final Allah kepada umat manusia dan itu merupakan tuntunan iman dan praktik yang memadai bagi orang mulai dari Amerika Selatan hingga ke Cina. Sesungguhnya Allah menyatakan bahwa “tidak ada sesuatupun yang dihilangkan dari kitab ini” (Quran 6:38). Namun, dalam kesia-siaan orang Muslim mencari kalimat Syahadat (pengakuan iman Muslim), ke-5 pilar Islam, berapa sering mereka harus bersembahyang dan banyak informasi untuk hal-hal krusial lainnya dalam halaman-halaman Quran. Walau sedemikian nyatanya penghilangan ini dari “catatan komplet” , namun Allah mempunyai waktu untuk menyelesaikan masalah-masalah domestik dan masalah-masalah lainnya yang dialami satu orang yaitu Muhammad!